Okra
Okra Abelmoschus esculentus
berasal dari Asia Tenggara. Namun lebih populer di India, Afrika Barat, dan
Brasil. Para pekebun di Indonesia, mulai menanam okra sejak 1877. Buahnya yang
panjang melancip dari eksemplar-eksemplar dimakan mentah sebagai sayuran,
penduduk mengkonsumsinya sebagai lalap. Orang Eropa menyebutnya Lady Finger,
orang India menyebutnya vendi, orang cina menyebutnya yeong kok tau,
orang kita melayu menyebutnya Kacang lendir, ada juga yang menyebutnya
Okra. Daun mudanya dapat dibuat sayuran atau menjadi makanan hewan yang baik,
buahnya (yg masih muda, karena kalau yang tua sudah berserat keras), berkhasiat
menguatkan otak dan menambah kecerdasan. Akarnya dan bijinya yang di rebus
berkhasiat melancarkan buang air kecil dan menyembuhkan bengkak dan radang Okra
adalah sayuran sangat sehat untuk dikonsumsi masyarakat kita, tetapi kenapa
yang banyak mengkonsumsi adalah bangsa lain seperti: Arab Saudi, Malaysia,
Singapura, India, Jepang sampai saat ini export ke Jepang sangat banyak sekali.
Hal ini karena tidak adanya sosialisasi oleh yang mengerti kepada masyarakat
awam. Meskipun okra telah lama ditanam di Indonesia, namun sepertinya saat ini
okra tidak banyak dikenal, untuk mencari dipasaran pun sulit sekali, hal ini
karena kurangnya sosialisasi mengenai manfaat okra. Seandainya orang Indonesia
mengetahui khasiat okra sebagai sayur secara menyeluruh seperti mereka mengenal
timun, buncis, gambas dan sayuran sejenisnya, akan memperlakukan sayur ini
sebagai sayuran pada umumnya yang bisa ditumis, dibuat sop, buat lalap sambal
dan sebagainya.
Okra
Bermanfaat untuk Menstabilkan Gula Darah
Okra
juga bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Berikut sedikit tips bagi
yang ingin mencobanya:
- Buah okra yang masih muda testurnya segar dan lembek satu buah dipotong-potong menjadi beberapa irisan kemudian dimasukkan dalam segelas air minum.
- Biarkan selama 3 jam sebaiknya pagi hari sebelum makan setelah itu diminum sekaligus akan membuat lambung kita terisi serat yang berkadar tinggi dari lendir okra tersebut. Lendir inilah yang bermanfaat untuk menstabilkan gula darah. Sebaiknya dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan.
Okra
sebagai masakan
Okra
juga bisa dimasak dengan bumbu apa saja misalnya: balado, oseng-oseng, lalapan,
sambal trasi, gulai okra dan bahkan masakan Eropa. Untuk memasaknya sedikit
berbeda dengan sayuran pada umumnya. Dalam memasak yang harus diperhatikan
adalah lendirnya supaya tidak memenuhi tempat masak kita. Berikut caranya:
- Setelah itu masukkan irisan okra kedalam bumbu kurang dari 5 menit jangan sampai lendir keluar lantas diangkat dan sajikan.
- Buat bumbu yang akan dipakai membuat masakan Okra sampai masak benar.
- Siapkan okra di iris kecil-kecil atau menurut selera.
Di
India okra seperti makanan sehari-hari dan sudah dibudidayakan secara masal
sampai dieksport ke negara lain. Sedangkan di Indonesia juga sudah
dibudidayakan, namun oleh sebagian kecil pengusaha pertanian dalam kapasitas
yang dapat dikatakan masih sangat kecil. Tanaman ini sangat produktif
sekali di daerah tropis tetapi lain halnya di negara dengan 4 musim. Oleh
karenanya yang menjadi tempat budidaya okra diantaranya adalah Indonesia dan
yang disekitar katulistiwa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar