Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 19 Januari 2015

Efek Samping Mengunyah Permen Karet untuk Kesehatan






Selain Untuk mengurangi stress, permen karet dipercaya sebagai pengganti rokok bagi para perokok dan Konon kebiasaan mengunyah permen karet mencegah otak menjadi lemot. Lalu apa efek samping mengunyah permen karet bagi kesehatan ?

1. Mengurangi makan buah
Banyak orang percaya bahwa mengunyah permen karet dapat mengurangi rasa lapar dan porsi makan. Namun baru-baru ini sebuah studi yang dipublikasikan jurnal Eating Behaviors mengatakan meskipun makan permen karet tak menambah kalori yang dikonsumsi seseorang, tapi kebiasaan ini juga mengurangi asupan makanan sehat (buah), terutama permen karet rasa mint. Rasa mint pada permen karet mengakibatkan buah dan sayuran terasa pahit.
Selain itu orang yang terbiasa mengunyah permen karet cenderung menyukai junk food.

2. Memicu nyeri pada rahang
Mengunyah permen karet juga dapat menyebabkan munculnya gejala temporomandibular joint (TMJ), atau nyeri pada rahang akibat otot dan sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak terlalu sering digunakan.

Parahnya kondisi ini bisa menyebar hingga ke kepala dan leher sehingga menyebabkan sakit kepala, nyeri di telinga atau sakit gigi dari waktu ke waktu. Daripada mengunyah permen karet, ganti saja dengan apel yang tak hanya ringan untuk dikunyah tapi juga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

3. Menyebabkan gangguan usus
"Mengunyah permen karet dapat mengakibatkan gangguan usus, terutama irritable bowel syndrome (IBS) karena kelebihan udara bisa tertelan sehingga berkontribusi pada nyeri perut dan kembung yang menjadi salah satu gejala IBS," terang Dr Patrick Takahashi, kepala divisi gastroenterologi di St Vincent Medical Center LA.

Lagipula pemanis buatan seperti sorbitol dan mannitol yang terkandung dalam permen karet juga dapat menyebabkan diare pada orang-orang sehat sekalipun.

4. Merusak gigi
Menghindari pemanis buatan tak melulu karena menyebabkan diabetes atau gangguan kesehatan lain, tapi Dr Don Atkins, dokter gigi dari Long Beach, California memperingatkan bila kebanyakan mengonsumsi pemanis buatan, seperti yang terkandung pada permen karet, juga membuat gigi bermandikan gula dan menyebabkan kerusakan gigi.

5. Melepaskan merkuri ke dalam tubuh
Ini berlaku untuk orang-orang berkawat gigi yang gemar makan permen karet. Perlu diketahui bila tambalan pada kawat gigi terbuat dari kombinasi antara perak, merkuri dan timah. Gawatnya, mengunyah permen karet dapat melepaskan merkuri dari tambalan itu ke dalam tubuh.

Padahal kadar merkuri yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan neurologis seperti penyakit kronis dan gangguan mental. Beruntung menurut Takahashi, bila merkurinya tak banyak maka ini takkan berbahaya bagi tubuh.

Sumber lemak jenuh dan tidak jenuh



Susu
Pada umumnya, lemak jenuh terdapat dalam makanan seperti daging, susu, keju, krim, minyak kelapa, kelapa sawit, minyak sayur, dan coklat. Konsumsi lemak jenuh terbukti meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Kacang-kacangan.
Sementara, lemak tidak jenuh tunggal terdapat dalam kacang tanah, avocado, bekatul, dan kedelai. Lemak tidak jenuh ganda terdapat dalam biji-bijian,kacang-kacangan, buah-buahan tertentu, dan ikan. Sedangkan, makanan seperti mentega dan keju mengandung asam lemak trans. Asam lemak trans juga berpengaruh buruk bagi kadar kolesterol darah, seperti halnya lemak jenuh.
Lemak Jenuh
Lemak jenuh mudah dikenali dari bentuknya yang padat seperti lilin dan banyak ditemukan pada produk yang berasal dari hewan seperti daging merah, mentega, atau susu murni. Pada bahan nabati, lemak jenuh dapat ditemukan pada minyak kelapa dan minyak sawit.
Lemak Tidak Jenuh
Jenis lemak ini umumnya berwujud cair pada suhu ruangan, namun dapat berubah menjadi padat jika disimpan pada lemari pendingin. Banyak ditemukan pada bahan nabati seperti minyak sayur (minyak Zaitun, minyak bunga Matahari, minyak Wijen, minyak Kedelai, kacang-kacangan) dan Alpukat. Juga banyak ditemukan pada ikan-ikanan.


Rabu, 14 Januari 2015

Si Kuning yang Menyehatkan


hai pembaca, kali ini saya akan sharing sedikit tentang manfaat kunyit bagi kita..


Kunyit yang mempunyai nama latin “Curcuma Domestica Val” adalah sejenis rimpang yang biasa di gunakan ibu – ibu sebagai bumbu dapur atau zat pewarna makanan, merupakan tanaman yang tumbuh dengan baik di tanah yang tata pengairannya baik, curah hujan 2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di tempat yang sedikit terlindung.
Klasifikasi kunyit
Tanaman yang tergolong kedalam kelompok jahe-jahean ( Zingiberanceae ) dan terbagi kedalam empat jenis ( kunyit putih, merah, hitam, kuning) ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut :
* Kingdom: Plantae (Tumbuhan).
* Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh).
* Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji).
* Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga).
* Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil).
* Sub Kelas: Commelinidae.
* Ordo: Zingiberales.

Senin, 05 Januari 2015

Okra si kaya manfaat


Okra
Okra Abelmoschus esculentus berasal dari Asia Tenggara. Namun lebih populer di India, Afrika Barat, dan Brasil. Para pekebun di Indonesia, mulai menanam okra sejak 1877. Buahnya yang panjang melancip dari eksemplar-eksemplar dimakan mentah sebagai sayuran, penduduk mengkonsumsinya sebagai lalap. Orang Eropa menyebutnya Lady Finger, orang India menyebutnya vendi, orang cina menyebutnya yeong kok tau, orang kita melayu menyebutnya Kacang lendir, ada juga yang menyebutnya Okra. Daun mudanya dapat dibuat sayuran atau menjadi makanan hewan yang baik, buahnya (yg masih muda, karena kalau yang tua sudah berserat keras), berkhasiat menguatkan otak dan menambah kecerdasan. Akarnya dan bijinya yang di rebus berkhasiat melancarkan buang air kecil dan menyembuhkan bengkak dan radang Okra adalah sayuran sangat sehat untuk dikonsumsi masyarakat kita, tetapi kenapa yang banyak mengkonsumsi adalah bangsa lain seperti: Arab Saudi, Malaysia, Singapura, India, Jepang sampai saat ini export ke Jepang sangat banyak sekali. Hal ini karena tidak adanya sosialisasi oleh yang mengerti kepada masyarakat awam. Meskipun okra telah lama ditanam di Indonesia, namun sepertinya saat ini okra tidak banyak dikenal, untuk mencari dipasaran pun sulit sekali, hal ini karena kurangnya sosialisasi mengenai manfaat okra. Seandainya orang Indonesia mengetahui khasiat okra sebagai sayur secara menyeluruh seperti mereka mengenal timun, buncis, gambas dan sayuran sejenisnya, akan memperlakukan sayur ini sebagai sayuran pada umumnya yang bisa ditumis, dibuat sop, buat lalap sambal dan sebagainya.
Okra Bermanfaat untuk Menstabilkan Gula Darah
Okra juga bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah. Berikut sedikit tips bagi yang ingin mencobanya:
  1. Buah okra yang masih muda testurnya segar dan lembek satu buah dipotong-potong menjadi beberapa irisan kemudian dimasukkan dalam segelas air minum.
  2. Biarkan selama 3 jam sebaiknya pagi hari sebelum makan setelah itu diminum sekaligus akan membuat lambung kita terisi serat yang berkadar tinggi dari lendir okra tersebut. Lendir inilah yang bermanfaat untuk menstabilkan gula darah. Sebaiknya dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan.
Okra sebagai masakan
Okra juga bisa dimasak dengan bumbu apa saja misalnya: balado, oseng-oseng, lalapan, sambal trasi, gulai okra dan bahkan masakan Eropa. Untuk memasaknya sedikit berbeda dengan sayuran pada umumnya. Dalam memasak yang harus diperhatikan adalah lendirnya supaya tidak memenuhi tempat masak kita. Berikut caranya:
  1. Setelah itu masukkan irisan okra kedalam bumbu kurang dari 5 menit jangan sampai lendir keluar lantas diangkat dan sajikan.
  2. Buat bumbu yang akan dipakai membuat masakan Okra sampai masak benar.
  3. Siapkan okra di iris kecil-kecil atau menurut selera.
Rasanya enak seperti mentimun atau gambas atau buncis namun khasiatnya berlipat dari sayuran lain. Kebutuhan okra di negara Jepang, Taiwan, Arab sangat tinggi, dengan demikian lebih banyak sayuran okra diekspor ke luar negeri dari pada dikonsumsi di dalam negeri. Sayuran okra di negara-negara tersebut dijual di restoran-restoran besar juga di Mall dalam bentuk segar atau olahan. Namun sayangnya di Indonesia sendiri jarang sekali kelihatan, hal ini karena kurangnya sosialisasi sayur ini di masyarakat Indonesia.
Di India okra seperti makanan sehari-hari dan sudah dibudidayakan secara masal sampai dieksport ke negara lain. Sedangkan di Indonesia juga sudah dibudidayakan, namun oleh sebagian kecil pengusaha pertanian dalam kapasitas yang dapat dikatakan masih sangat kecil. Tanaman ini sangat produktif sekali di daerah tropis tetapi lain halnya di negara dengan 4 musim. Oleh karenanya yang menjadi tempat budidaya okra diantaranya adalah Indonesia dan yang disekitar katulistiwa.